Karya : Neng Henny Yulianti
* Pengawal Membawa Cinta #1- Dirgantara segera melajukan motornya kembali, meninggalkan dua preman yang terkapar setelah perkelahian yang tidak seimbang tadi.
Tas hitam yang dia ambil dari si brewok ia simpan dibagasi depan motornya.
* Pengawal Membawa Cinta #2- Ridwansyah sudah beberapa hari ini berusaha berfikir keras, bagaimana caranya selama ia pergi ke Jerman dalam menjalankan bisnisnya bisa meninggalkan Rindi dalam keadaan aman.
Sedikit demi sedikit di seruputnya kopi itu, menyesap rasa nikmatnya.
Tak ada kegiatan lain selain tidur dan tidur.
Dirga mengklaim perasaan yang dimilikinya salah.Ia hanya ditugaskan menjaga anak majikannya seumpama barang berharga yang harus dijaga dengan nyawa bukan berarti harus memiliki jiwa dan raganya.
* Pengawal Membawa Cinta #9- Dirga mengejar Rindi yang sudah jauh bejalan di depannya.
“Rindi tunggu..!” Teriak Dirga.
Rindi sama sekali tidak menghiraukan panggilan Dirga, Rindi terus berjalan semakin cepat, dengan baju agak diangkat sedikit karena baju gamisnya yang panjang hingga mata kaki menghambat langkahnya.
* Pengawal Membawa Cinta #11- Dirgantara Dwi Pamungkas melajukkan kendaraannya membelah petang, sekali-kali matanya melirik ke arah gadis cantik yang duduk tenang di sampingnya, hati Dirga sering berdebar hebat, wajahnya terasa panas jika berdekatan dengan putri majikannya ini, namun sering kali perasaannya ia abaikan tak ingin menganggapnya berlebihan.
Duduknya mulai tidak tenang, Rindi sudah 45 menit belum juga kembali dari toilet.
* Pengawal Membawa Cinta #13- “Rassulullah sallallaahu’alaihi wa’sallam bersabda bahwa orang yang pandai membaca Al-Quran akan bersama Rosull dan waliullah, adapun yang membaca Al-Quran dengan tersendat-sendat karena kesulitan membaca Al-Quran maka ia mendapat dua pahala.
* Pengawal Membawa Cinta #14- “Dirgantara Dwi Pamungkas, ternyata itu benar kamu!” gumam Lucas, pria bertubuh tambun berkumis tipis itu.
“Aku tidak menyangka selama ini kau berada begitu dekat. Aku pikir keluarga ini tidak akan kembali ke kota ini, rupanya kecemasanku beralasan.”
* Pengawal Membawa Cinta #15- Dalam perjalanan pulang, sehabis perayaan sederhana ulang tahun Ratu Eka Rindiyani di rumah mewahnya, Anna terlihat murung, wajahnya tidak menampakan keceriaan sedikitpun, sebagaimana orang-orang sehabis pulang dari acara gembira.
Raisya memulai pembicaraannya disebuah kafe bersama Devan.
Raisya menghubungi Devan, laki laki yang selama ini menjadi kekasihnya mutlak, setelah putus dari Rindi.
“Dirga, gue bilang tunggu!” ujar Pasha mencekal tangan Dirga.
* Pengawal Membawa Cinta #19- Aviie memalingkan wajahnya ke arah lain, sekali-kali tangannya mengusap air mata yang mengalir di pipinya. Aviie tidak sanggup melihat pemandangan yang begitu memilukan di depannya, di mana Rindi menangis histeris sambil mendekap Dirga. kondisi Dirga semakin mengenaskan.
-- oo --
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berilah komentar secara santun dan simpel